Kamis, Juli 26, 2007

Australia Hibahkan Rp77 Miliar untuk Hutan Indonesia

Pemerintah Australia akan memberikan bantuan senilai Rp77 milyar (10 juta dollar Australia) untuk mendukung usaha pengurangan emisi gas rumah kaca akibat pembabatan hutan dan mempromosikan penanganan hutan yang berkelanjutan.

Seperti dikutip dari keterangan tertulis Kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Selasa, Menteri Luar Negeri Alexander Downer dan Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Air, Malcolm Turnbull, mengumumkan insiatif ini dalam Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai Hutan dan Iklim yang diadakan di Sydney, Senin (23/7).

Pendanaan ini akan diambil dari dana Inisiatif Global Pemerintah Australia yang berjumlah Rp1,54 miliar atau 200 juta dollar Australia mengenai hutan dan iklim. "Indonesia adalah mitra penting dalam Inisiatif Global Hutan dan Iklim," kata Menteri Downer.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Paket ini akan membantu Indonesia mengembangkan proyek-proyek percontohan untuk mendemonstrasikan efektivitas dari pengurangan pembabatan hutan, perbaikan tata pemerintahan kehutanan lokal, dan pencegahan, pengawasan, serta penekanan kebakaran lahan gambut, termasuk juga dengan melatih para petugas pemadam kebakaran dan pengelolaan kebakaran."

"Hal ini juga akan mendorong langkah Indonesia dalam mengembangkan sistem pengawasan dan penilaian hutan untuk memperoleh data kehutanan yang lebih baik," tambahnya.

Lahan gambut terdiri atas bahan-bahan tumbuhan yang tidak hancur dan menyimpan karbon dalam jumlah banyak. Itu sebabnya kebakaran di lahan-lahan gambut melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah yang besar pula. "Bantuan Australia akan membantu komunitas Indonesia untuk mengurangi kerusakan hutan dan mendorong penggunaan hutan yang berkelanjutan, " kata Menteri Turnbull.

Menurut dia, "Komitmen ini mewakili sebuah langkah penting dalam membantu Indonesia dan negara-negara lainnya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pembabatan hutan."

Inisiatif Global Hutan dan Iklim ini akan memberikan kerangka kerja yang memungkinkan Australia dan negara rekanan dapat berbagi pengalaman dan teknologi, sebagai bagian dari usaha global untuk mengurangi pembabatan hutan.(ANTARA 24//7/07)

350 Orangutan Terbunuh karena Kebun Kelapa Sawit


Center for Orangutan Protection (COP) memperkirakan ada sekitar 350
orangutan di hutan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terbunuh hingga
pertengahan tahun ini. Hal tersebut merupakan imbas dari pembabatan hutan
di berbagai areal konsesi perkebunan kelapa sawit di Kalteng.

’’Karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera menghentikan
izin yang diberikan kepada perusahaan yang membabat hutan untuk dijadikan
perkebunan kelapa sawit,” tutur Direktur COP Herdi Baktiantoro, di
Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, kalau perusahaan itu sudah terlanjur membabat hutan,
harus distop dulu. Sebab, keselamatan orangutan tersebut tidak terjamin
di masa mendatang selama kebijakan pembabatan hutan untuk perkebunan
kelapa sawit tidak dihentikan.

Menurut dia, penghentian pembabatan hutan
itu merupakan satu-satunya cara yang paling efektif untuk menghentikan
tindak kejahatan terhadap orangutan dan satwa liar lain.

Tercatat, pada 2006 lalu, sedikitnya 1.500 orangutan terbunuh di areal
konsesi perkebunan kelapa sawit di Kalteng, sedangkan yang berhasil
diselamatkan Departemen Kehutanan dan Pusat Reintroduksi Orangutan
Nyarumenteng hanya 368 orangutan. (Sindo 26/07/2007))