Jumat, September 26, 2008

Warga Jangkang Tolak Sawit

PALANGKA RAYA – Masuknya investor perusahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas mendapat respon warga. Di Desa Jangkang Kecamatan Kapuas Tengah misalnya. Warga setempat menolak kehadiran PT Kapuas Maju Jaya (KMJ) dan investor perkebunan sawit.Guntur dan Slamet perwakilan warga Desa Jangkang mengungkapkan, alasan warga menolak kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit lantaran terjadinya perambahan hutan yang menjadi potensi Desa Jangkang secara besar-besaran.“Mata pencaharian warga setempat seperti damar, rotan, kulit kayu, dan obat-obatan tradisional hilang,” jelas Guntur dan Slamet.Mereka juga menilai dengan masuknya perusahaan perkebunan sawit membuat lahan warga sempit.“Kami menilai perkebunan sawit tidak cocok. Karena hutan di sekitar Desa Jangkang masih produktif bukan gundul. Tidak adanya konservasi bagi binatang untuk perkembangan biaknya dan tempat berlindung,” jelas dua warga Desa Jangkang ini.Disamping itu masuknya perkebunan kelapa sawit, dinilai warga Jangkang akan menimbulkan bencana alam banjir dan tanah longsor.“Lagi pula aktifitas perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kapuas Tengah selama ini sangan merugikan Negara dan masyarakat. Karena areal hutan produktif dibuang-buang. Disamping itu akan menimbulkan hama belalang yang menyerang tanaman padi dan sayur-sayuran warga,” jelas Guntur dan Slamet.Dua warga Jangkang ini juga mengatakan, keberatan warga ini juga disampikan ke Pemerintah Kabupaten Kapuas, Gubernur Kalteng dan SKPD terkait. ““Kami harapkan pemerintah mencabut izin PT KMJ dan investor yang beroperasi di Desa Jangkang dan sekitarnya,” harap Guntur dan Slamet.

Tidak ada komentar: